https://www.youtube.com/live/Y3hl8YsaV3I?si=dkJBaAyMJRr8SFuc
Kemarin sempat nyimak obrolan seru di podcast Humas Polda Riau bareng tim dari Kanwil DJP Riau. Intinya, dunia perpajakan kita lagi ada perubahan besar nih dengan hadirnya Coretax. Biar nggak bingung, ini poin-poin pentingnya:
Coretax ini ibarat "super app" buat urusan pajak. Kalau dulu kita harus pindah-pindah aplikasi (ada e-Faktur, e-Bupot, e-Regis, dll), sekarang semuanya digabung jadi satu pintu. Jadi lebih simpel dan nggak ribet.
Awal 2025: Udah mulai dicicipi sama wajib pajak badan (perusahaan).
Januari 2026: Nah, ini giliran kita semua (perorangan). Jadi, lapor SPT tahunan nanti bakal wajib lewat sistem baru ini.
Ada beberapa fitur yang ngebantu banget:
Semua data kelihatan: Kita bisa cek profil, daftar harta, sampai kalau ada tunggakan pajak dalam satu layar. Transparan banget, 360 derajat.
NIK jadi NPWP: Udah nggak perlu hafalin nomor baru lagi, cukup pakai NIK KTP kita yang 16 digit itu.
Bayar pajak kayak belanja online: Tinggal bikin kode billing sendiri, terus bayar lewat m-banking atau e-commerce favorit.
Petugas pajaknya wanti-wanti banget supaya kita aktivasi akun sekarang juga. Jangan nunggu pas mepet deadline lapor SPT di 2026 nanti, biar nggak kena "macet" di sistem.
Caranya: Masuk ke web resmi pajak, klik "Lupa Kata Sandi" (karena password DJP Online yang lama nggak berlaku di sini), terus ikuti instruksi yang masuk ke email.
Ini penting: Pihak pajak nggak pernah telepon minta transfer uang langsung atau kirim file-file aneh lewat WhatsApp. Kalau ada yang ngaku-ngaku dari DJP tapi minta data rekening, fix itu penipuan. Semua layanan konsultasi di kantor pajak itu gratis.
Intinya: Pajak itu ujung-ujungnya balik ke kita lagi buat fasilitas jalan, subsidi listrik, sampai gas melon. Jadi, yuk mulai kenalan sama Coretax biar urusan administrasi kita makin lancar!